Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mulawarman kembali menggelar agenda akademik inspiratif melalui program Praktisi Mengajar bertajuk "BioTalks 2026 #1" pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom ini mengangkat topik yang sangat relevan dan mendesak untuk diperbincangkan, yaitu "Virus Nipah di Indonesia: Terobosan Perkembangan Vaksin dan Obat Terkini". Menggandeng pakar riset skala global, acara ini menghadirkan Dr. Arif Nur Muhammad Ansori, M.Si. dari Joint Research Center for Human Retrovirus Infection, Kumamoto University sebagai narasumber utama.

Acara ini dirancang secara khusus untuk memperluas wawasan global mahasiswa terkait inovasi biomedis termutakhir, terutama bagi mereka yang sedang menempuh mata kuliah Bioinformatika, Genetika Molekuler Mikrobia, dan Genetika Sel. Tercatat sebanyak 125 peserta yang terdiri dari jajaran mahasiswa dan dosen peneliti turut hadir dan menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi di sepanjang sesi pemaparan hingga diskusi. Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa didorong agar tidak hanya memahami teori dasar genetik di kelas, tetapi juga melihat secara langsung aplikasi keilmuan tersebut dalam merespons ancaman krisis kesehatan global di dunia nyata.

Dalam pemaparannya yang komprehensif, Dr. Arif menyoroti potensi kemunculan wabah penyakit menular baru atau yang kerap disebut Disease X, dengan menempatkan Virus Nipah (NiV) sebagai salah satu ancaman paling serius di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ia memaparkan fakta bahwa meskipun virus ini telah teridentifikasi di Indonesia, syukurnya belum ada laporan kasus penularan pada manusia hingga saat ini. Lebih lanjut, Dr. Arif menjelaskan bahwa pengalaman dari krisis pandemi COVID-19 silam telah menjadi momentum krusial yang sukses mengakselerasi kapasitas riset genomik dan pengembangan vaksin di dalam negeri, di mana sektor ini sebelumnya sangat terbatas baik dari sisi infrastruktur maupun ketersediaan sumber daya manusianya.

Menutup sesi materi dan tanya jawab yang berjalan interaktif, disimpulkan bahwa tantangan medis masih berlanjut karena hingga saat ini belum ada pengobatan atau vaksin yang secara resmi disetujui untuk penanganan Virus Nipah. Oleh karena itu, narasumber menegaskan bahwa penerapan pendekatan One Health menjadi solusi strategis dan sangat krusial untuk memastikan agar upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran virus dapat berjalan efektif. Melalui suksesnya penyelenggaraan BioTalks 2026 #1 ini, Jurusan Biologi FMIPA UNMUL berharap dapat memacu semangat para mahasiswa untuk terus berkontribusi di dunia riset biomedis, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan sistem kesehatan sains nasional di masa yang akan datang.

berita adminbio