Pengabdian Kepada Masyarakat: Pemberdayaan Masyarakat dalam Budidaya dan Pemanfaatan Maggot Lalat Tentara Hitam (BSF)
Tingginya tingkat pengangguran merupakan pemborosan sumber daya dan potensi, serta menjadi sumber utama kemiskinan. Situasi semakin diperparah oleh pandemi COVID-19 yang membuat banyak usaha gulung tikar, meningkatnya angka pengangguran (PHK) di berbagai kalangan. Dampak pandemi COVID-19 dan PPKM yang diberlakukan pemerintah berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat, terutama pada sektor ekonomi. Revolusi industri 4.0 juga menuntut kompetensi khusus untuk memperoleh peluang kerja. Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat perlu mencari alternatif lain dengan berbisnis dari rumah dengan modal minimal, salah satunya budidaya maggot lalat tentara hitam (BSF). Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat melalui pembelajaran budidaya maggot menjadi langkah solutif untuk menciptakan peluang kerja dari rumah dengan biaya terjangkau. Hal ini dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha baru dan menghindari pengangguran, serta membantu dalam pembangunan berkelanjutan.
Maggot merupakan larva lalat tantara hitam (Hermetia illucens) yang kaya protein dan lemak, serta kemampuan untuk mengeluarkan enzim alami yang berguna dalam pencernaan, sehingga cocok sebagai pakan ternak seperti ayam, ikan, dan burung. Budidaya maggot BSF dapat mengurangi biaya peternak untuk pakan buatan yang mahal dengan biaya pakan yang lebih terjangkau. Maggot BSF juga dapat memecah bahan sulit dicerna sehingga cocok untuk ikan. Maggot memiliki siklus hidup yang singkat, yaitu sekitar 40-44 hari, sehingga budidaya maggot bisa menjadi solusi ekonomi yang inovatif di tengah krisis pandemi COVID-19.
Maggot memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, yaitu sekitar 42%, serta kandungan antimikroba dan anti jamur, sehingga apabila dikonsumsi oleh ikan dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit bakterial dan jamur. Manfaatnya tidak hanya untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan, tetapi juga sebagai alternatif penanganan sampah organik. Hal ini dierkuat oleh Duponte (2003) yang mengemukakan bahwa bahan organik adalah media yang cocok bagi pertumbuhan larva BSF. Maggot bisa tumbuh pada segala jenis sampah organik, seperti bangkai, buah, sayur mayur yang rusak, dan lain-lain. Pengaplikasiannya dapat diberikan langsung atau setelah sedikit pengolahan. Kandungan asam amino, asam lemak, dan mineral dalam maggot menjadikannya bahan baku ideal sebagai alternatif pakan ternak.
Tim Pengabdian Jurusan Biologi FMIPA Universitas Mulawarman Kota Samarinda mengadakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Budidaya dan Pemanfaatan Maggot Lalat Tentara Hitam di Rumah Maggot "Lais Bioenterpreneur" di Belimau Kelurahan Lempake yang dilaksanakan secara bertahap setiap hari Senin tanggal 13, 20, dan 27 September 2021. Kegiatan tersebut diisi oleh pemateri Dr. Lariman, M.Si yang merupakan pemilik rumah maggot dan dosen jurusan biologi. Mitra kegiatan ini adalah masyarakat sekitar dan pemuda/I, serta mahasiswa yang tertarik menjadi penggerak masyarakat.
berita MKA